Akses Virtual Private Server (VPS) melalui jalur Secure Shell (SSH) merupakan aktivitas harian yang paling krusial bagi administrator server maupun pengembang web. Saat pertama kali menyewa VPS dari penyedia layanan cloud, beberapa penyedia secara otomatis mengaktifkan autentikasi SSH Key (kunci privat dan publik) demi alasan keamanan tingkat tinggi. Sistem ini secara otomatis menolak metode masuk (login) berbasis kata sandi (password authentication).

Meskipun penggunaan SSH Key jauh lebih aman dari serangan brute-force, metode ini terkadang cukup menyulitkan bagi pengguna pemula. Anda mungkin harus berpindah-pindah perangkat kerja, tidak membawa file private key (id_rsa atau .pem), atau belum terbiasa mengelola kunci kriptografi. Ketika file kunci privat tersebut hilang atau tertinggal, Anda akan langsung terkunci dari server Anda sendiri.

Solusi praktis untuk masalah ini adalah mengubah konfigurasi server agar mengizinkan kembali akses masuk menggunakan kata sandi biasa. Artikel panduan ini akan membahas langkah demi langkah cara menonaktifkan aturan wajib SSH Key pada VPS Linux secara aman, sistematis, dan mudah dipahami.

Memahami Cara Kerja Autentikasi SSH pada Server Linux

Sebelum Anda mengubah konfigurasi sistem, ada baiknya Anda memahami mekanisme dasar dari dua metode autentikasi SSH yang umum digunakan pada sistem operasi berfitur Linux.

1. Autentikasi Berbasis Kata Sandi (Password-Based)

Metode ini adalah cara konvensional yang paling umum. Ketika Anda mengetikkan perintah ssh user@ip_server, server akan meminta Anda memasukkan kata sandi user atau root.

  • Kelebihan: Sangat praktis. Anda dapat mengontrol VPS dari perangkat komputer mana pun tanpa perlu membawa file kunci khusus.

  • Kekurangan: Rentan terhadap serangan otomatis seperti Brute-Force Attack atau Dictionary Attack jika kata sandi yang Anda gunakan terlalu pendek atau mudah ditebak.

2. Autentikasi Berbasis Kunci Kriptografi (Public-Private Key Pair)

Metode ini memanfaatkan dua pasang kunci digital matematika: Public Key yang disimpan di VPS dan Private Key yang disimpan di komputer lokal Anda.

  • Kelebihan: Tingkat keamanan sangat tinggi. Server sama sekali tidak menyimpan kata sandi teks polos, sehingga peretas tidak bisa menebak akses secara acak.

  • Kekurangan: Kurang fleksibel. Apabila komputer lokal Anda rusak, format ulang, atau file private key terhapus, Anda tidak bisa masuk ke server kecuali melalui konsol darurat penyedia hosting.

Secara teknis, proses "menonaktifkan fitur SSH Key" tidak berarti menghapus modul SSH Key dari Linux. Langkah ini sebenarnya adalah mengaktifkan kembali izin autentikasi kata sandi (PasswordAuthentication) dan melonggarkan batasan akses pada layanan daemon OpenSSH (sshd).

Persiapan Penting Sebelum Mengubah Konfigurasi Server

Sebelum Anda mengeksekusi perintah terminal apa pun, Anda wajib melakukan persiapan awal. Karena Anda saat ini tidak bisa masuk melalui terminal SSH standar tanpa SSH Key, Anda membutuhkan jalur masuk darurat yang disediakan oleh penyedia VPS Anda.

1. Akses VNC Console atau Web Console Provider

Setiap penyedia layanan VPS—seperti DigitalOcean, Linode, Vultr, Hetzner, Biznet Gio, IDCloudHost, atau DomaiNesia—selalu menyediakan fitur Web Console, VNC Console, atau NoVNC.

Fitur ini memungkinkan Anda berinteraksi langsung dengan layar dan kibor virtual server, seolah-olah Anda sedang duduk tepat di depan layar monitor fisik server tersebut. Jalur ini tidak melewati protokol SSH biasa, sehingga Anda tetap bisa masuk menggunakan akun root dan kata sandi utama server yang diberikan saat pendaftaran awal.

2. Memastikan Memiliki Hak Akses Root / Sudo

Pastikan Anda mengetahui kata sandi pengguna root atau memiliki pengguna biasa dengan hak akses perintah sudo. Pengubahan konfigurasi layanan SSH memerlukan hak akses tingkat tinggi (administrative privileges).

Langkah demi Langkah Menonaktifkan Wajib SSH Key di VPS

Berikut adalah panduan teknis berurutan untuk mengubah konfigurasi layanan SSH daemon agar mengizinkan login menggunakan kata sandi biasa.

Langkah 1: Masuk ke VPS Melalui VNC / Web Console

  1. Buka dashboard atau prapustaka kontrol penyedia VPS Anda melalui peramban (browser).

  2. Pilih server VPS yang ingin Anda atur.

  3. Cari tombol bertuliskan Console, VNC, Access Console, atau Launch Console.

  4. Setelah jendela terminal hitam muncul di layar, ketikkan username (misalnya root) dan tekan Enter.

  5. Masukkan kata sandi root Anda. Catatan: Saat Anda mengetikkan kata sandi di terminal Linux, karakter tidak akan muncul di layar (layar terlihat diam). Ini adalah fitur keamanan standar Linux. Tekan Enter setelah selesai mengetik.

Langkah 2: Membuka dan Mengedit File Konfigurasi SSH Daemon

Seluruh aturan keamanan akses SSH tersimpan di dalam satu file sistem utama yang bernama sshd_config. File ini berada di direktori /etc/ssh/.

Anda dapat menggunakan editor teks berbasis terminal seperti Nano atau Vim. Bagi pengguna pemula, sangat disarankan untuk menggunakan editor Nano karena pengoperasiannya yang jauh lebih sederhana.

Jalankan perintah berikut pada terminal konsol Anda:

sudo nano /etc/ssh/sshd_config

Cara Menonaktifkan Wajib SSH Key di VPS Linux

Langkah 3: Menyesuaikan Parameter Konfigurasi Kunci

Setelah file konfigurasi terbuka di layar Anda, cari beberapa baris parameter berikut. Anda dapat menggunakan tombol pintas CTRL + W pada editor Nano untuk melakukan pencarian kata kunci dengan cepat.

1. Parameter PasswordAuthentication

Cari baris yang memuat teks PasswordAuthentication.

  • Jika baris tersebut diawali dengan tanda pagar (# PasswordAuthentication ...), hapus tanda pagar # tersebut untuk mengaktifkan parameternya.

  • Ubah nilai di sebelah kanannya dari no menjadi yes.

# Sebelum diubah:
PasswordAuthentication no

# Sesudah diubah:
PasswordAuthentication yes

2. Parameter PubkeyAuthentication (Opsional)

Jika Anda ingin benar-benar menonaktifkan total penggunaan SSH Key dan hanya mengizinkan kata sandi, Anda dapat mengubah baris ini:

PubkeyAuthentication no

Namun, disarankan untuk tetap membiarkan baris ini bernilai yes (PubkeyAuthentication yes). Hal ini membuat VPS Anda menjadi lebih fleksibel: Anda bisa masuk menggunakan kata sandi, DAN Anda tetap bisa masuk menggunakan SSH Key jika sewaktu-waktu membutuhkannya.

3. Parameter KbdInteractiveAuthentication atau ChallengeResponseAuthentication

Pada versi OpenSSH modern (terutama pada Ubuntu versi baru), autentikasi interaktif keyboard memegang peranan penting.

  • Cari baris KbdInteractiveAuthentication atau ChallengeResponseAuthentication.

  • Ubah nilainya menjadi yes.

KbdInteractiveAuthentication yes

4. Parameter PermitRootLogin (Khusus Akses Root)

Jika Anda ingin masuk langsung menggunakan akun root dengan kata sandi, pastikan parameter ini diatur ke nilai yes atau prohibit-password diubah menjadi yes:

PermitRootLogin yes

Langkah 4: Menyimpan Perubahan File

Setelah Anda selesai mengubah seluruh nilai variabel di atas:

  1. Tekan kombinasi tombol CTRL + O pada kibor Anda untuk menyimpan perubahan.

  2. Tekan tombol Enter untuk mengonfirmasi nama file.

  3. Tekan kombinasi tombol CTRL + X untuk keluar dari editor teks Nano.

Langkah 5: Memeriksa Validasi Sintaks dan Merestart Service SSH

Jangan langsung menutup jendela konsol Anda! Anda harus menguji apakah ada kesalahan penulisan (syntax error) pada file konfigurasi yang baru saja Anda ubah. Jika ada kesalahan penulisan, layanan SSH akan gagal berjalan saat di-restart.

Jalankan perintah pengujian berikut:

sudo sshd -t

Jika perintah di atas tidak mengeluarkan pesan kesalahan (error message) apa pun, berarti isi konfigurasi Anda sudah valid dan benar.

Selanjutnya, terapkan perubahan tersebut dengan cara memuat ulang atau merestart layanan daemon SSH. Sesuaikan perintah dengan jenis sistem operasi yang Anda gunakan:

Untuk Ubuntu, Debian, dan Turunannya:

sudo systemctl restart ssh

Untuk CentOS, AlmaLinux, Rocky Linux, dan RHEL:

sudo systemctl restart sshd

Menguji Coba Akses Masuk SSH Tanpa Key dari Komputer Lokal

Sekarang saatnya Anda membuktikan apakah konfigurasi baru tersebut telah bekerja dengan sempurna.

  1. Buka aplikasi Terminal (pada macOS/Linux) atau aplikasi Command Prompt / PowerShell / PuTTY (pada Windows) di komputer lokal Anda.

  2. Jalankan perintah koneksi SSH standar berikut:

ssh username@ip_vps_anda -p 22

Perbandingan: Menggunakan Kata Sandi vs SSH Key

Untuk membantu Anda menentukan keputusan jangka panjang, tabel di bawah ini merangkum perbandingan lengkap antara penggunaan kata sandi biasa dan kunci kriptografi pada VPS Linux:

Parameter Evaluasi Metode Kata Sandi (Password) Metode Kunci Kriptografi (SSH Key)
Tingkat Kemudahan Akses Sangat Tinggi (Bisa login dari perangkat komputer apa pun) Sedang (Membutuhkan file private key di komputer)
Resiko Terkunci (Lockout) Sangat Rendah (Asal mengingat kata sandi) Tinggi (Jika file kunci terhapus atau komputer rusak)
Tingkat Keamanan Server Sedang - Rendah (Rentan terhadap serangan brute-force) Sangat Tinggi (Hampir mustahil ditebak oleh bot)
Kecepatan Proses Login Membutuhkan waktu untuk mengetik kata sandi Otomatis masuk tanpa mengetik (jika tanpa passphrase)
Rekomendasi Penggunaan Pengguna pemula, kebutuhan darurat, testing Lingkungan produksi (production server), server bisnis

Kesimpulan

Menonaktifkan batasan wajib SSH Key dan mengaktifkan kembali autentikasi kata sandi merupakan solusi praktis bagi Anda yang membutuhkan fleksibilitas akses VPS. Prosesnya cukup sederhana: Anda hanya perlu mengakses VNC Console bawaan penyedia hosting, mengubah parameter PasswordAuthentication menjadi yes pada file /etc/ssh/sshd_config, lalu melakukan restart pada layanan ssh.

Namun, selalu ingat bahwa kemudahan akses selalu berbanding terbalik dengan tingkat keamanan. Jika Anda memilih untuk menggunakan metode masuk berbasis kata sandi, pastikan Anda memperkuat pertahanan server dengan kata sandi yang rumit, mengubah port standar SSH, serta menginstal utilitas keamanan tambahan seperti Fail2Ban.