Cara mengatasi The uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini. WordPress

Pernahkah Anda mencoba mengunggah plugin, tema, atau file media berukuran besar lalu mendadak terhenti oleh pesan eror berwarna merah? Situasi ini sangat umum terjadi ketika ukuran file yang diproses melampaui batas kapasitas bawaan server web Anda.

Kabar baiknya, Anda berada di tempat yang tepat untuk membereskannya sampai tuntas. Memahami cara mengatasi The uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini. WordPress akan membantu Anda mengembalikan fungsi situs web dengan normal tanpa perlu membuang banyak waktu.

Memahami Penyebab Utama Eror Upload Max Filesize pada WordPress

Pesan kegagalan ini muncul sebagai bentuk mekanisme perlindungan bawaan yang dirancang oleh pengembang bahasa pemrograman PHP. Mekanisme tersebut membatasi besaran berkas yang boleh diunggah ke server hosting dalam satu kali proses transfer data.

Secara default, sebagian besar penyedia web hosting menetapkan ambang batas awal sebesar 2 MB hingga 8 MB saja. Batasan ini bertujuan mencegah terjadinya penyalahgunaan sumber daya server oleh lalu lintas data yang berlebihan.

Sayangnya, ukuran berkas modern saat ini makin membengkak seiring tingginya kualitas gambar dan kompleksitas plugin. Akibatnya, benturan antara kebutuhan situs dan aturan server tidak dapat dihindari lagi.

Sebelum melakukan konfigurasi ulang, penting bagi Anda untuk memeriksa batas kapasitas awal yang sedang aktif. Langkah awal ini akan menjadi tolok ukur peningkatan alokasi memori yang dibutuhkan.

Cara Memeriksa Batas Ukuran Unggahan Maksimal di WordPress

Proses pemeriksaan dapat dilakukan secara langsung tanpa bantuan alat pihak ketiga melalui panel kontrol internal Anda. Langkah ini sangat aman dan hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja.

Melalui Area Dashboard WordPress

Masuk ke dalam Dashboard admin WordPress Anda menggunakan kredensial yang valid. Langkah berikutnya, arahkan kursor ke menu Peralatan (Tools) lalu pilih opsi Kesehatan Situs (Site Health).

Pindahlah ke tab Informasi (Info) yang terletak di bagian atas halaman tersebut. Setelah halaman terbuka sempurna, gulir layar ke bawah hingga Anda menemukan bagian menu Media.

Klik menu tersebut untuk menampilkan rincian batas ukuran maksimum berkas yang diizinkan oleh sistem. Di sana Anda akan melihat angka pasti dari parameter upload_max_filesize.

Persiapan Penting Sebelum Mengubah Konfigurasi Server

Mengubah berkas sensitif pada sistem hosting memerlukan kehati-hatian ekstra agar tidak merusak fungsi utama web. Kegagalan fungsi bisa saja terjadi apabila ada kesalahan penulisan sintaks sekecil apa pun.

1. Cadangkan Seluruh Data Situs (Full Backup)

Buatlah salinan cadangan lengkap untuk basis data serta seluruh berkas direktori WordPress Anda. Anda dapat menggunakan bantuan plugin tepercaya seperti UpdraftPlus atau fitur pencadangan otomatis dari panel hosting.

2. Siapkan Akses File Manager atau FTP Client

Pastikan Anda memiliki kredensial masuk ke cPanel, DirectAdmin, atau koneksi FTP melalui aplikasi FileZilla. Akses ini mutlak diperlukan karena perubahan konfigurasi dilakukan di luar dashboard standar WordPress.

3. Ketahui Lokasi File Utama

Pahami bahwa file seperti .htaccess, wp-config.php, atau php.ini berada pada direktori utama (public_html). Mengetahui lokasi ini memudahkan Anda menemukan berkas target secara cepat.

5 Cara Mengatasi The Uploaded File Exceeds the Upload_Max_Filesize Directive in PHP.ini WordPress

Terdapat beberapa opsi metode teknis yang bisa disesuaikan dengan jenis panel serta hak akses server Anda. Pilih salah satu metode yang paling mudah dan sesuai dengan lingkungan hosting yang sedang digunakan.

Metode 1: Mengubah Berkas .htaccess via cPanel File Manager

Cara pertama ini menjadi solusi paling ampuh bagi pengguna yang mengandalkan server berbasis Apache atau LiteSpeed. Berkas .htaccess bertindak sebagai pengatur aturan server pada level direktori.

Akses akun cPanel Anda, kemudian bukalah menu File Manager yang berada pada kelompok menu utama. Cari dan masuklah ke dalam folder public_html tempat seluruh sistem WordPress tersimpan.

Aktifkan opsi tampilan berkas tersembunyi (Show Hidden Files) pada menu pengaturan sebelah kanan atas. Berkas .htaccess biasanya diawali dengan tanda titik sehingga dikategorikan sebagai berkas sistem yang tersembunyi.

Klik kanan pada berkas .htaccess tersebut, lalu tekan tombol Edit untuk membuka jendela penyunting teks. Selipkan kode pengaturan berikut pada bagian paling bawah berkas:

php_value upload_max_filesize 128M
php_value post_max_size 128M
php_value memory_limit 256M
php_value max_execution_time 300
php_value max_input_time 300

Simpan perubahan berkas tersebut, lalu coba lakukan proses pengunggahan kembali pada dashboard Anda. Metode ini terbukti mampu menyelesaikan masalah pada sebagian besar layanan shared hosting.

Metode 2: Menyunting Berkas php.ini atau user.ini

Metode berikutnya sangat disarankan apabila server Anda memberikan akses penuh terhadap pengaturan bahasa PHP. Berkas php.ini merupakan pusat arahan utama bagi seluruh eksekusi program PHP di dalam hosting.

Apabila Anda menggunakan cPanel, cari fitur bernama Select PHP Version atau MultiPHP INI Editor. Fitur ini memfasilitasi perubahan nilai variabel tanpa perlu menyunting teks secara manual.

Namun, jika fitur visual tidak tersedia, Anda bisa membuat berkas kustom baru bernama php.ini atau .user.ini pada folder public_html. Gunakan editor teks internal untuk menambahkan baris perintah berikut:

upload_max_filesize = 128M
post_max_size = 128M
memory_limit = 256M
max_execution_time = 300

Perlu diingat bahwa nilai post_max_size harus disetel sama atau lebih besar dibandingkan nilai upload_max_filesize. Ketidakseimbangan nilai kedua parameter tersebut dapat menyebabkan kegagalan proses transfer data.

Metode 3: Menambahkan Arahan pada Berkas wp-config.php

Sistem inti WordPress memiliki berkas konfigurasi utama bernama wp-config.php yang mengatur berbagai konstanta penting. Menyisipkan baris kode di sini merupakan alternatif cepat jika berkas .htaccess tidak berfungsi.

Buka direktori public_html melalui File Manager, lalu temukan berkas wp-config.php. Pilih opsi penyuntingan teks untuk mulai memasukkan parameter tambahan.

Gulir isi baris kode hingga Anda menemukan kalimat /* That's all, stop editing! Happy publishing. */. Letakkan baris perintah berikut persis di atas kalimat penutup tersebut:

@ini_set('upload_max_filesize' , '128M');
@ini_set('post_max_size', '128M');
@ini_set('memory_limit', '256M');
@ini_set('max_execution_time', '300');

Fungsi @ini_set bekerja dengan cara mencoba mengganti nilai parameter PHP pada saat skrip sedang dijalankan. Meskipun sangat praktis, beberapa penyedia hosting terkadang membatasi penggunaan fungsi ini demi alasan keamanan.

Metode 4: Mengubah Pengaturan PHP via cPanel (MultiPHP INI Editor)

Bagi Anda yang menyukai antarmuka visual tanpa perlu menyentuh kode program, cPanel menyediakan modul bawaan yang sangat ramah pengguna. Fitur ini meminimalisir risiko kesalahan pengetikan sintaks code.

Masuk ke panel kontrol cPanel Anda, lalu ketik kata kunci MultiPHP INI Editor pada kolom pencarian. Buka modul tersebut dan pilih domain atau lokasi direktori yang ingin diubah pengaturannya.

Layar akan menampilkan daftar parameter PHP beserta kolom nilai yang bisa disunting secara langsung. Cari baris direktif upload_max_filesize dan ubah angkanya menjadi 128M atau 256M.

Sesuaikan juga baris post_max_size agar nilainya seimbang dengan kapasitas unggah yang baru saja Anda tentukan. Tekan tombol Apply di bagian bawah halaman untuk menerapkan semua konfigurasi baru tersebut.

Metode 5: Menghubungi Layanan Bantuan (Support) Hosting Anda

Terkadang, pembatasan ukuran file dikunci secara ketat pada level server utama (root) oleh penyedia jasa hosting. Pada kondisi seperti ini, perubahan file lokal tidak akan memberikan efek apa pun pada sistem.

Solusi paling bijak adalah membuat tiket bantuan (support ticket) kepada tim teknis tempat Anda menyewa server. Jelaskan masalah yang sedang dialami beserta pesan eror yang muncul pada layar.

Sampaikan secara spesifik besaran batas unggah baru yang Anda butuhkan untuk kelancaran operasional situs. Tim penyedia hosting tepercaya biasanya akan merespons dengan cepat dan mengubahkan nilainya untuk Anda.

Metode 6: Mengubah Parameter Melalui Menu Select PHP Version (Tab Options)

Cara mengatasi The uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini. WordPress

Metode ini merupakan cara yang sangat praktis bagi pengguna cPanel berbasis CloudLinux yang ingin mengubah nilai tanpa menyunting berkas kode secara manual. Fitur ini memungkinkan Anda menyesuaikan konfigurasi PHP langsung melalui antarmuka grafik cPanel.

Langkah pertama, masuk ke dalam akun cPanel Anda lalu cari menu Select PHP Version pada bagian Software. Klik menu tersebut untuk masuk ke halaman pengaturan versi dan modul PHP yang sedang aktif.

Setelah halaman terbuka, pindahlah dari tab Extensions ke tab Options yang terletak di bagian atas. Di dalam tab ini, Anda akan melihat berbagai opsi konfigurasi variabel PHP yang dapat disesuaikan.

Gulir layar ke bawah hingga menemukan baris upload_max_filesize, lalu klik angka batas ukuran yang ada di sebelahnya. Pilih opsi kapasitas baru yang diinginkan dari menu drop-down, misalnya 128M atau 256M.

Jangan lupa untuk menyesuaikan juga bagian post_max_size serta memory_limit agar nilainya seimbang dengan kapasitas baru tersebut. Perubahan pada menu ini biasanya akan tersimpan dan aktif secara otomatis dalam beberapa detik.

Kesimpulan

Menghadapi eror berkas unggahan yang melampaui batas server memang bisa menghambat pekerjaan pembaruan konten situs Anda. Namun, pemahaman tentang cara mengatasi The uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive in php.ini. WordPress membuktikan bahwa masalah teknis ini sebenarnya sangat mudah diselesaikan.

Langkah penyelesaian dapat dilakukan dengan mengedit berkas .htaccess, mengatur variabel pada php.ini, menyunting wp-config.php, atau memanfaatkan modul cPanel. Jika semua jalur teknis tersebut belum membuahkan hasil, menghubungi tim dukungan layanan hosting merupakan pilihan paling aman dan efektif.